Kamis, 12 Februari 2009
kurangi berat badan dengan tidur lebih lama
Kompas - Rabu, Februari 11
Paling tidak sudah ada dua lusinan penelitian yang menunjukkan bahwa orang cenderung menambah berat badan jika tidur kurang. Sanjay Patel, M.D, dari Case Western Reserve University di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, melakukan studi selama 16 tahun, melibatkan hampir 70.000 wanita. Sanjay dan timnya mendapati bahwa sekitar 30 persen wanita yang tidur lima jam atau kurang dalam semalam bobotnya cenderung naik menjadi 13,6 kg daripada yang tidur lebih lama. Bahkan, beberapa ahli meyakini bahwa kurang tidur adalah salah satu penyebab epidemi obesitas di negara tersebut. Menurut National Sleep Foundation, rata-rata wanita tidur 6 jam 40 menit setiap malam, jauh dari kebutuhan minimum selama 7,5 jam yang diperlukan wanita yang sehat.ADVERTISEMENT
Michael Breus, Ph.D, dan Steven Lamm, M.D, dari tim peneliti lain, juga melakukan percobaan terhadap tujuh perempuan dengan bobot tubuh bervariasi. Ketujuh perempuan ini diminta untuk tidur sedikitnya 7,5 jam tiap malam. Para perempuan ini juga diminta untuk tidak melakukan latihan fisik atau diet sama sekali. Hal ini untuk melihat apakah turunnya berat badan memang merupakan efek dari tidur yang cukup. Hasilnya, dalam 10 minggu, perempuan berusia 25-35 tahun tersebut kehilangan berat badan 2,7 kg hingga 6,8 kg. Satu orang responden, Natasha Crawford (33), mengalami kesulitan untuk mengatur jadwal tidur akibat kesibukannya. Namun di akhir program, lingkar pinggang, dada, dan pinggulnya total berkurang 6,3 cm.
Namun apa sebenarnya hubungan antara tidur dan berat badan?
Tidur mengurangi hormon yang mengontrol nafsu makan, ngidam, dan metabolisme lemak. Jika Anda perhatikan, Anda akan makan lebih banyak saat tubuh merasa lelah. “Ketika wanita kekurangan tidur, kadar ghrelin meningkat. Inilah hormon yang membuat Anda ingin makan terus," ujar Breus, Direktur Klinis dari Divisi Tidur di Southwest Spine & Sport, Scottsdale, Arizona, dan penulis Beauty Sleep. "Sebaliknya, kadar leptin menurun, yaitu hormon yang akan meminta Anda berhenti makan ketika Anda kenyang."
Ketika kurang tidur, Anda tidak hanya ingin makan lebih, tetapi juga makan junk food lebih banyak. Tubuh kita akan menuntut karbohidrat untuk menambah energi dengan cepat.
"Saat tidur pulas, otak memproduksi hormon pertumbuhan dalam jumlah besar, yang meminta tubuh Anda untuk memecah lemak untuk tenaga. Jika kurang tidur yang nyenyak, dan ketika kalori disimpan sebagai lemak, tidak ada cukup hormon pertumbuhan untuk memecahnya. Tubuh Anda akan mengambil jalan pintas, dan menyimpannya di bokong, paha, perut, atau tempat mana pun yang biasa Anda lihat," papar Breus.
Lisa Braverman (34), yang total berkurang 4 kg dan 6,3 cm dari lingkar dada, pinggang, dan pinggulnya, mengatakan, "Perubahan tubuh saya benar-benar mengejutkan karena saya sama sekali tidak mengubah apa pun kecuali kebiasaan tidur. Saya makan seperti biasanya, dan olahraga dalam waktu yang sama, malah mungkin kurang karena saya harus tidur lebih cepat sekarang."
Mungkin Anda pun mengalami kesulitan mengatur jadwal tidur, mengingat kesibukan Anda. Namun ini kuncinya: jika Anda menganggap pengurangan berat badan dan hidup lebih sehat ini penting bagi Anda, maka jadikan hal ini prioritas sekarang juga!
Paling tidak sudah ada dua lusinan penelitian yang menunjukkan bahwa orang cenderung menambah berat badan jika tidur kurang. Sanjay Patel, M.D, dari Case Western Reserve University di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, melakukan studi selama 16 tahun, melibatkan hampir 70.000 wanita. Sanjay dan timnya mendapati bahwa sekitar 30 persen wanita yang tidur lima jam atau kurang dalam semalam bobotnya cenderung naik menjadi 13,6 kg daripada yang tidur lebih lama. Bahkan, beberapa ahli meyakini bahwa kurang tidur adalah salah satu penyebab epidemi obesitas di negara tersebut. Menurut National Sleep Foundation, rata-rata wanita tidur 6 jam 40 menit setiap malam, jauh dari kebutuhan minimum selama 7,5 jam yang diperlukan wanita yang sehat.ADVERTISEMENT
Michael Breus, Ph.D, dan Steven Lamm, M.D, dari tim peneliti lain, juga melakukan percobaan terhadap tujuh perempuan dengan bobot tubuh bervariasi. Ketujuh perempuan ini diminta untuk tidur sedikitnya 7,5 jam tiap malam. Para perempuan ini juga diminta untuk tidak melakukan latihan fisik atau diet sama sekali. Hal ini untuk melihat apakah turunnya berat badan memang merupakan efek dari tidur yang cukup. Hasilnya, dalam 10 minggu, perempuan berusia 25-35 tahun tersebut kehilangan berat badan 2,7 kg hingga 6,8 kg. Satu orang responden, Natasha Crawford (33), mengalami kesulitan untuk mengatur jadwal tidur akibat kesibukannya. Namun di akhir program, lingkar pinggang, dada, dan pinggulnya total berkurang 6,3 cm.
Namun apa sebenarnya hubungan antara tidur dan berat badan?
Tidur mengurangi hormon yang mengontrol nafsu makan, ngidam, dan metabolisme lemak. Jika Anda perhatikan, Anda akan makan lebih banyak saat tubuh merasa lelah. “Ketika wanita kekurangan tidur, kadar ghrelin meningkat. Inilah hormon yang membuat Anda ingin makan terus," ujar Breus, Direktur Klinis dari Divisi Tidur di Southwest Spine & Sport, Scottsdale, Arizona, dan penulis Beauty Sleep. "Sebaliknya, kadar leptin menurun, yaitu hormon yang akan meminta Anda berhenti makan ketika Anda kenyang."
Ketika kurang tidur, Anda tidak hanya ingin makan lebih, tetapi juga makan junk food lebih banyak. Tubuh kita akan menuntut karbohidrat untuk menambah energi dengan cepat.
"Saat tidur pulas, otak memproduksi hormon pertumbuhan dalam jumlah besar, yang meminta tubuh Anda untuk memecah lemak untuk tenaga. Jika kurang tidur yang nyenyak, dan ketika kalori disimpan sebagai lemak, tidak ada cukup hormon pertumbuhan untuk memecahnya. Tubuh Anda akan mengambil jalan pintas, dan menyimpannya di bokong, paha, perut, atau tempat mana pun yang biasa Anda lihat," papar Breus.
Lisa Braverman (34), yang total berkurang 4 kg dan 6,3 cm dari lingkar dada, pinggang, dan pinggulnya, mengatakan, "Perubahan tubuh saya benar-benar mengejutkan karena saya sama sekali tidak mengubah apa pun kecuali kebiasaan tidur. Saya makan seperti biasanya, dan olahraga dalam waktu yang sama, malah mungkin kurang karena saya harus tidur lebih cepat sekarang."
Mungkin Anda pun mengalami kesulitan mengatur jadwal tidur, mengingat kesibukan Anda. Namun ini kuncinya: jika Anda menganggap pengurangan berat badan dan hidup lebih sehat ini penting bagi Anda, maka jadikan hal ini prioritas sekarang juga!
Minggu, 08 Februari 2009
Atasi Tumit Pecah-pecah
Menggunakan sepatu hak tinggi memang bisa membuat penampilan menjadi lebih mewah dan gaya. Namun, terlalu sering menggunakan sepatu hak tinggi dapat membawa efek tidak baik bagi tumit dan telapak kaki. Selain membuat kaki lelah, tekanan pada kaki yag diakibatkan sepatu hak tinggi, bisa membuat tumit pecah-pecah.
• Siapkan peralatan yang dibutuhkan: sikat bulu halus dan batu apung untuk menggosok tumit yang kasar, krim atau lotion, scrub dan foot bath, foot spray, handuk, dan air hangat.
• Gunakan baskom agak lebar untuk menyimpan air hangat. Rendam kaki sekitar 15 menit di dalam air hangat yang sudah diberi foot bath.
• Keluarkan kaki dari air hangat, balur dengan scrub di bagian tumit yang kasar agar menjadi lebih lembut. Cuci dengan air hangat.
• Gosok tumit dengan foot stick atau batu apung. Gosok tumit dengan sikat berbulu halus agar kotoran di kaki terangkat.
• Basuh kaki dengan air hangat, lalu keringkan dengan handuk.
• Beri krim atau lotion di sekitar kaki. Jika kaki terassa lelah, balurkan krim foot care di seluruh kaki hingga betis. Semprotkan foot spray agar kaki menjadi wangi dan segar.
Gejala, Penyebab, dan Penanganan Anemia
Anemia merupakan penyakit darah rendah yang tidak hanya dapat terjadi pada orang dewasa, namun dapat terjadi pada anak dan bayi. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana gejalanya, apa yang menjadi penyebab, dan bagaimana penanganannya.
Gejala anemia :
• Tidak ada gejala awal yang khas.
• Jika kadar Hb kurang dari 7 g/dl, seseorang akan mengalami pucat pada mata dan mulut.
• Mudah lelah.
• Memiliki nafas yang pendek.
• Memiliki kadar Hb yang rendah.
Penyebab anemia :
• Jika terjadi pada bayi, anemia dapat terjadi sebagai akibat bayi tersebut lahir prematur, atau bisa juga kembar.
• Tidak mendapat tambahan suplemen zat gizi. Umumnya banyak terjadi pada bayi cukup bulan atau prematur yang mendapatkan ASI ekslusif.
• Pada balita, anemia dapat terjadi akibat kurangnya gizi yang dikonsumsi, infeksi kronis seperti tuberkulosa, dan infeksi parasit seperti cacing tambang.
Anemia dapat ditangani dengan cara :
• Memperbaiki konsumsi gizi.
• Meningkatkan konsumsi makanan yangmengandung zat besi (Fe).
• Menghindari konsumsi makan yang menghambat masuknya zat besi dan nutrisi lainnya ke dalam tubuh. Contohnya saja, senyawa fitat yang terdapat dalam sayuran.
• Hindari transfusi darah jika kadar Hb kurang dari 6 g/dl, sedang menderita sakit berat, atau sedang akan menjalani operasi.
Gejala anemia :
• Tidak ada gejala awal yang khas.
• Jika kadar Hb kurang dari 7 g/dl, seseorang akan mengalami pucat pada mata dan mulut.
• Mudah lelah.
• Memiliki nafas yang pendek.
• Memiliki kadar Hb yang rendah.
Penyebab anemia :
• Jika terjadi pada bayi, anemia dapat terjadi sebagai akibat bayi tersebut lahir prematur, atau bisa juga kembar.
• Tidak mendapat tambahan suplemen zat gizi. Umumnya banyak terjadi pada bayi cukup bulan atau prematur yang mendapatkan ASI ekslusif.
• Pada balita, anemia dapat terjadi akibat kurangnya gizi yang dikonsumsi, infeksi kronis seperti tuberkulosa, dan infeksi parasit seperti cacing tambang.
Anemia dapat ditangani dengan cara :
• Memperbaiki konsumsi gizi.
• Meningkatkan konsumsi makanan yangmengandung zat besi (Fe).
• Menghindari konsumsi makan yang menghambat masuknya zat besi dan nutrisi lainnya ke dalam tubuh. Contohnya saja, senyawa fitat yang terdapat dalam sayuran.
• Hindari transfusi darah jika kadar Hb kurang dari 6 g/dl, sedang menderita sakit berat, atau sedang akan menjalani operasi.
Senin, 02 Februari 2009
test
Selasa Ketujuh: tentang Takut Menjadi Tua
Banyak yang mengeluhkan bahwa masa mudanya hampir lewat, namun ada dorongan untuk berusaha agar dapat menikmati masa mudanya selama mungkin. Seperti mencermati makanan yang akan dimakan. Memeriksa apakah rambut sudah mulai rontok. Dan sebagian takut mengungkit-ungkit masalah usia karena sebentar lagi akan memasuki kepala empat.
Bahwa masa muda tidak selalu paling membahagiakan. Banyak remaja yang mengalami kegalauan, kesulitan dalam pergaulan, rasa sulit puas mereka, rasa bahwa hidup sarat dengan kemalangan, sehingga begitu buruknya sampai mereka ingin bunuh diri.
Dan selain semua masalah yang mereka hadapi, kaum muda ini belum arif. Pemahaman terhadap hidup (kaum muda) sedikit sekali. Siapa yang ingin hidup bila mereka tidak tahu kejadian yang sesungguhnya.
-Pertanyaannya adalah apakah kita tidak takut menjadi tua??
#Jawabannya adalah bagaimana kita menjadi akrab dengan proses penuaan tersebut.
Prinsipnya adalah semakin bertambah usia kita, semakin banyak yang kita pelajari. Kita tahu bahwa penuaan tidak hanya berarti pelapukan, tetapi juga pertumbuhan. Penuaan tidak hanya bermakna negatif, bahwa kita akan mati, tetapi juga bermakna positif, bahwa kita mengerti kenyataan bahwa kita akan mati, dan karena itu kita berusaha untuk hidup dengan cara lebih baik.
-Pertanyaan lainnya mengapa orang selalu berkata,"Ah, kalau saja aku muda lagi.". Dan kita tidak pernah mendengar komentar,"Kalau saja umurku enam puluh lima tahun."
#Dari pernyataan tersebut tercermin bahwa banyak orang merasa hidup ini tidak memuaskan, ada keinginan yang tidak terpenuhi. Hidup terasa tidak bermakna. Karena kalau kita telah menemukan makna hidup, kita tidak ingin kembali. Kita ingin lanjut ke depan. Kita ingin tahu lebih banyak lagi, berbuat lebih banyak lagi. Dan kita tidak sabar menunggu sampai usia kita enam puluh lima tahun.
Dan yang mesti kita tahu, bahwa ketika kita terus melawan proses penuaan, kita akan selalu merasa tidak bahagia, karena bagaimanapun penuaan itu akan terjadi. Dan yang jelas, pada akhirnya kita akan mati. Tidak peduli apa pun yang kita katakan dalam hati.
Rasa iri untuk kembali muda adalah sesuatu yang wajar. Tapi pada akhirnya menerima diri sendiri apa adanya dan menikmati kenyataan itu adalah solusinya.
Pada saat ini mungkin masa bagi kita untuk menikmati usia dua puluhan. Tapi ketika kita melewati masa tersebut, maka adalah saatnya bagi kita untuk menikmati usia kita pada masa tersebut.
Kita harus mencari apa pun yang baik, benar dan indah dalam masa hidup yang sedang kita jalani. Memandang ke belakang membuat kita seperti sedang berlomba. Padahal usia bukan sesuatu yang dapat diperlombakan.
Dan bila kita telah melewati masa-masa dari umur kita. Bagaimana mungkin kita bisa iri karena kita sendiri telah menjalani semua usia tersebut....
Banyak yang mengeluhkan bahwa masa mudanya hampir lewat, namun ada dorongan untuk berusaha agar dapat menikmati masa mudanya selama mungkin. Seperti mencermati makanan yang akan dimakan. Memeriksa apakah rambut sudah mulai rontok. Dan sebagian takut mengungkit-ungkit masalah usia karena sebentar lagi akan memasuki kepala empat.
Bahwa masa muda tidak selalu paling membahagiakan. Banyak remaja yang mengalami kegalauan, kesulitan dalam pergaulan, rasa sulit puas mereka, rasa bahwa hidup sarat dengan kemalangan, sehingga begitu buruknya sampai mereka ingin bunuh diri.
Dan selain semua masalah yang mereka hadapi, kaum muda ini belum arif. Pemahaman terhadap hidup (kaum muda) sedikit sekali. Siapa yang ingin hidup bila mereka tidak tahu kejadian yang sesungguhnya.
-Pertanyaannya adalah apakah kita tidak takut menjadi tua??
#Jawabannya adalah bagaimana kita menjadi akrab dengan proses penuaan tersebut.
Prinsipnya adalah semakin bertambah usia kita, semakin banyak yang kita pelajari. Kita tahu bahwa penuaan tidak hanya berarti pelapukan, tetapi juga pertumbuhan. Penuaan tidak hanya bermakna negatif, bahwa kita akan mati, tetapi juga bermakna positif, bahwa kita mengerti kenyataan bahwa kita akan mati, dan karena itu kita berusaha untuk hidup dengan cara lebih baik.
-Pertanyaan lainnya mengapa orang selalu berkata,"Ah, kalau saja aku muda lagi.". Dan kita tidak pernah mendengar komentar,"Kalau saja umurku enam puluh lima tahun."
#Dari pernyataan tersebut tercermin bahwa banyak orang merasa hidup ini tidak memuaskan, ada keinginan yang tidak terpenuhi. Hidup terasa tidak bermakna. Karena kalau kita telah menemukan makna hidup, kita tidak ingin kembali. Kita ingin lanjut ke depan. Kita ingin tahu lebih banyak lagi, berbuat lebih banyak lagi. Dan kita tidak sabar menunggu sampai usia kita enam puluh lima tahun.
Dan yang mesti kita tahu, bahwa ketika kita terus melawan proses penuaan, kita akan selalu merasa tidak bahagia, karena bagaimanapun penuaan itu akan terjadi. Dan yang jelas, pada akhirnya kita akan mati. Tidak peduli apa pun yang kita katakan dalam hati.
Rasa iri untuk kembali muda adalah sesuatu yang wajar. Tapi pada akhirnya menerima diri sendiri apa adanya dan menikmati kenyataan itu adalah solusinya.
Pada saat ini mungkin masa bagi kita untuk menikmati usia dua puluhan. Tapi ketika kita melewati masa tersebut, maka adalah saatnya bagi kita untuk menikmati usia kita pada masa tersebut.
Kita harus mencari apa pun yang baik, benar dan indah dalam masa hidup yang sedang kita jalani. Memandang ke belakang membuat kita seperti sedang berlomba. Padahal usia bukan sesuatu yang dapat diperlombakan.
Dan bila kita telah melewati masa-masa dari umur kita. Bagaimana mungkin kita bisa iri karena kita sendiri telah menjalani semua usia tersebut....
Langganan:
Postingan (Atom)
